Tenaganita: 500.000 pekerja migran korban penipuan program pemerintah




Pemerintah mengadakan program 'Rehiring' tiga tahun lalu untuk memberikan kesempatan pekerja migran mendapatkan dokumen resmi. Sumber foto: Bernama, diambil dari Free Malaysia Today


PETALING JAYA: Organisasi pengusung hak asasi manusia di Malaysia Tenaganita mempertanyakan kemana larinya jutaan ringgit uang pekerja migran pada 2016 yang diterima pemerintah Malaysia.

Dana sebesar itu terkumpul dari biaya ‘Program Rehiring’ di mana pekerja migran disyaratkan membayar sejumlah uang untuk mengurus perpanjangan izin kerja di Malaysia. Namun, tidak sedikit pekerja migran mendapatkan izin kerja baru meskipun telah membayar biaya tersebut.

Tenaganita mengatakan "Program Rehiring" dilakukan oleh Putrajaya (kota pusat pemerintahan Malaysia, red) tiga tahun lalu untuk memberi kesempatan pada pekerja migran yang tidak berdokumen untuk mendapatkan izin kerja yang valid, di mana tiga vendor resmi telah mendaftarkan sekitar 744.000 pekerja migran.

Kelompok itu mengatakan pada akhir kampanye pada Juni 2018, hanya sekitar 110.000 dari mereka yang telah mendaftar mendapatkan izin kerja baru.

"Kasus-kasus yang ditangani oleh Tenaganita menunjukkan bahwa setiap migran yang mendaftar telah membayar rata-rata RM6.000 kepada vendor," kata direktur kelompok itu Joseph Paul Malaimauv

"Mereka yang tidak mendapatkan izin kerja kehilangan semua uang yang telah mereka bayarkan dan dalam kebanyakan kasus mereka juga kehilangan paspor mereka yang telah mereka serahkan kepada vendor," katanya dalam konferensi pers hari ini.


Dia mengatakan pemerintah telah menolak untuk bertanggung jawab atas kegagalan program sementara vendor menyalahkan pemerintah karena gagal memproses aplikasi tepat waktu.

Akibatnya, katanya, sekitar setengah juta pekerja migran “menjadi korban dari apa yang kami istilahkan sebagai ‘penipuan yang disponsori pemerintah’ untuk menghasilkan uang dari para pekerja migran.”

Pekerja migran tidak hanya kehilangan uang dan paspor dan tetap tidak berdokumen, mereka juga terus ditangkapi, ditahan, dihukum dan dideportasi,” katanya.

“Jutaan ringgit yang telah dikumpulkan dari migran yang telah mendaftar untuk program Rehiring pemerintah tanpa dipekerjakan kembali harus digunakan untuk kepentingan pekerja migran, terutama kebutuhan medis mereka.

"Ini akan menjadi dosa jika uang yang terkumpul tersebut diperlakukan sebagai pendapatan pemerintah atau untuk vendor kroni dalam program rehiring," tambahnya.

Pada Agustus 2019, pemerintah mengumumkan program pengampunan “Pemulangan” lainnya, di mana pekerja yang tidak berdokumen dapat secara sukarela menyerahkan diri dan pulang ke rumah setelah membayar penalti RM700 (Rp. 2,3 juta)

Sementara itu, Direktur Eksekutif Tenaganita Glorene Dass menerangkan betapa suramnya kehidupan buruh migran melihat jumlah kematian yang terjadi.

Dia mengatakan hanya di satu provinsi di Indonesia, Nusa Tenggara Timur, 91 mayat pekerja telah tiba dari Malaysia antara Januari dan Oktober tahun ini.

“Ini berarti bahwa setidaknya sembilan pekerja migran dari hanya satu provinsi meninggal di Malaysia setiap bulan.

"Demikian pula, pada 2018 tercatat ada 95 kematian pekerja migran dari provinsi yang sama," tambahnya.

Sedangkan untuk pekerja Nepal, 322 kematian dilaporkan pada 2018, yang konsisten dengan laporan LSM bahwa hampir setiap hari satu pekerja migran Nepal pulang dari Malaysia dalam peti mati.

Dia mengatakan dalam sebuah kasus baru-baru ini di Sitiawan, Perak, seorang pekerja migran buruh perkebunan kelapa sawit yang digigit ular tidak dibawa ke rumah sakit. Dia kemudian meninggal.

"Dia tidak dibawa ke rumah sakit karena dia adalah pekerja tidak berdokumen," katanya, menambahkan bahwa pekerja seperti itu dipaksa untuk bekerja sepanjang waktu.

Das meminta Menteri Sumber Daya Manusia M Kula Segaran untuk menghukum perusahaan yang melanggar hukum alih-alih mengejar atau mempersekusi pekerja ilegal.

#palmoillaboursolidarity



Sumber terjemahan: Minderjeet Kaur, “Tenaganita says 500,000 migrant workers cheated in ‘govt-sponsored scam’,“ Free Malaysia Today December 17, 2019, https://www.freemalaysiatoday.com/category/nation/2019/12/17/tenaganita-says-500000-migrant-workers-cheated-in-govt-sponsored-scam/

Talks

Posting Komentar