FBTPI Memetakan Rantai Pasok Industri Sawit




Diskusi FBTPI Pemetaan Rantai Pasok (24/11)

Jakarta, 24 November 2019 - Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia (FBTPI) mengadakan diskusi dan pemetaan tentang rantai pasok industri kelapa sawit. Kegiatan ini merupakan bagian dari trial implementation dari Modul-3 mengenai ‘Pengorganisiran dalam Jaringan Produksi Global’.

Pemetaan dilakukan dengan menginvestigasi pabrik pengolah CPO yang menjadi anggota serikat FBTPI untuk mengetahui komoditas yang diproduksi dan relasinya dalam rantai produksi.

FBTPI adalah federasi serikat buruh yang memiliki anggota serikat di pabrik sektor transportasi, pelabuhan dan aneka industri pengolahan. Pabrik pengolahan yang menjadi anggota serikat FBTPI yang berada dalam rantai pasok industri sawit terdiri dari PT. Asianagro Agungjaya (AAJ), PT. Dinuo Indonesia, PT. Dua Kuda Indonesia, dan PT. Orson Indonesia yang berlokasi di Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Marunda, Jakarta Utara.

PT. Asianagro Agungjaya adalah pabrik penyulingan (refinery) pengolah CPO milik Royal Golden Eagle (RGE)/ APICAL Group. Pabrik yang mempekerjakan sekitar 1,000 orang buruh ini dipasok oleh perusahaan perkebunan sawit PT. Asian Agri. PT. AAJ diketahui memproduksi 1) barang konsumsi (consumer goods) dan 2) bahan baku produksi untuk pengolahan lebih lanjut. Belum diketahui relasi kepemilikan antara RGE/ Apical Group dengan Asian Agri, apakah Asian Agri juga milik RGE/ APICAL.

PT. Dua Kuda Indonesia (DKI) mendapat permintaan dan pasokan dari PT. AAJ untuk memproduksi bahan baku produksi. Selain mempunyai relasi dagang dengan PT. AAJ, PT. DKI juga diketahui mempunyai relasi pasokan dengan PT. Lestari Jambi, PT. Darmex Agro, dan Salim Group. PT. DKI juga melakukan produksi berorientasi ekspor dengan tujuan terbesar ke China (60%) diikuti oleh Eropa dan untuk domestik.

Pemetaan Rantai Pasok yang menjadi Anggota serikat FBTPI

Sementara PT. Orson Indonesia adalah pabrik pengolahan barang konsumsi yang memproduksi produk sabun dan minyak sayur. PT. Orson Indonesia mendapat pasokan bahan baku minyak dari PT. DKI. Selain untuk dijual ke pasar domestik, PT. Orson Indonesia juga mengekspor hasil produksinya ke Timur Tengah.

Dalam rantai pasok sawit yang berada di kawasan berikat Marunda, diketahui adanya pabrik baru PT. SAPO yang memproduksi sabun yang menerima pasokan dari PT. Orson Indonesia. Pekerja pada pabrik tersebut belum berserikat dan bekerja dalam kondisi yang buruk.

Diskusi yang diikuti oleh pekerja dan anggota serikat FBTPI dari PT. AAJ dan PT. DKI ini juga membahas tentang kondisi kerja dan strategi pengorganisiran. Di PT. DKI, persoalan yang dihadapi oleh pekerja adalah terkait status kerja kontrak, ancaman penutupan/ relokasi pabrik, dan tidak adanya perjanjian kerja bersama. Sementara PT. AAJ, permasalahan kondisi kerja terkait dengan masalah kesehatan dan keselamatan kerja (K3).

PT. AAJ diketahui menggunakan sejumlah bahan kimia dalam proses produksi, di antaranya: 1) nitrogen, 2) amonia, 3) citric acid, 4) butyric acid, dan 5) lecithin acid. Sejumlah pekerja diketahui menderita penyakit setelah mengakhiri masa kerja. Pekerja juga tidak mengerti dan mengetahui hasil pemeriksaan medik yang difasilitasi perusahaan.

Pada 31 Maret 2019, ratusan pekerja PT. Dinuo Indonesia mengalami pemecatan sepihak lantaran perusahaan dikatakan mengalami pailit. Kasus ini kemudian berujung pada pembayaran kompensasi pesangon (severance payment) berkat tekanan dari serikat dan solidaritas dari jaringan.

Pada sesi diskusi ini, FBTPI berencana untuk mengadakan diskusi pendalaman untuk 1) menelusuri lebih jauh rantai pasok, 2) menginvestigasi kondisi K3, dan 3) strategi perluasan pengorganisiran untuk menjangkau pabrik dalam rantai pasok yang belum terorganisir seperti PT. SAPO.

FBTPI juga berencana untuk melibatkan anggota serikatnya di pabrik retail yang menjual produk-produk konsumsi turunan sawit. Selain itu, agenda diskusi akan melibatkan serikat-serikat anggota FBTPI lainnya untuk ikut belajar mengenai rantai pasok.


#palmoillaboursolidarity

Talks

Posting Komentar