Dialog Eksekutif: Mewujudkan Perbaikan Tata Kelola Perkebunan Sawit


“Positif dari sawit memang menciptakan lapangan pekerjaan. Tetapi dampak negatifnya lebih banyak. Untuk itu, Pemda Kayong Utara tidak akan lagi menerbitkan izin,” ungkap Citra Duani Bupati Kayong Utara, Kalbar.

Sawit Watch mengadakan Dialog Eksekutif dengan tema “Mewujudkan Perbaikan Tata Kelola Perkebunan Sawit Melalui Inpres Moratorium dan Evaluasi serta Peningkatan Produktifitas Perkebunan Sawit” pada 29 Oktober 2019 yang lalu.

Pada kesempatan ini, salah satu pembicara Citra Duani menyampaikan pandangannya tentang dampak negatif perkebunan kelapa sawit di daerah Kayong Utara. Menurutnya, perusahaan perkebunan kelapa sawit tidak memberikan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Perusahaan dikatakan cenderung mengingkari komitmen kontribusinya kepada pemerintah daerah, termasuk dalam hal pembayaran pajak. Berdasarkan penilaian tersebut, Bupati Kayong memilih untuk memberdayakan masyarakat melalui budidaya komoditas kelapa dan mendorong penanaman jagung, ubi, kopi dan tanaman holtikultura.

Untuk saat ini, Pemerintah Daerah Kayong Utara tidak akan mengeluarkan izin baru pembukaan lahan sawit. “Setelah dapat izin, mereka menebang kayu, setelah itu izinnya dijual ke pihak lain,” tambahnya.

https://ift.tt/2KUdJ9S November 27, 2019 at 03:23PM

Talks

Posting Komentar