Suryabumi Tunggal Perkasa have to meeting workers’ demand on THR allowance



Plantation workers held a strike to protest the company's arbitrary policy. Source: KBS, 2020


The Palm Oil Labor Coalition:
Jakarta 2 June 2020, a number of workers at PT Suryabumi Tunggal Perkasa-Eagle High Plantation Group in South Kalimantan went on strike to protest the company’s arbitrary decision to pay Religious Holiday Allowance (Tunjangan Hari Raya/ THR) in installments without asking for union’s approval.

Koalisi Buruh Sawit: PT. Suryabumi Tunggal Perkasa Wajib Memenuhi Tuntutan Buruh


Buruh PT. Suryabumi Tunggal Perkasa melakukan mogok kerja untuk memprotes kebijakan sepihak perusahaan.
Sumber: KBS, 2020

Jakarta 2 Juni 2020, Sejumlah buruh PT Suryabumi Tunggal Perkasa-Eagle High Plantation  Group Kalimantan Selatan melakukan mogok kerja sebagai bentuk penolakan atas tindakan perusahaan yang membayar THR secara mencicil tanpa ada kesepakataan dengan serikat buruh. 

Upaya Perlindungan Kesehatan dan Ekonomi bagi Buruh Perkebunan Sawit dalam Pandemi Covid-19



Dalam pandemi COVID-19, buruh perkebunan sawit merupakan kelompok yang rentan dalam menghadapi ancaman pendemi ini. Sejauh ini, buruh perkebunan sawit tetap bekerja seperti biasanya  tanpa dukungan fasilitas perlindungan memadai dari perusahaan. Meski ada perkebunan sawit melakukan sosialisasi terkait Covid-19, memeriksa suhu tubuh buruh, dan menyemprotkan disinfektan di pemukiman buruh, namun minimnya alat pelindung diri yang disediakan dan sarana kesehatan yang terbatas di perkebunan sawit menjadikan buruh berada pada situasi sangat rentan terpapar.
Sebagian besar daerah di Indonesia telah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sebagai salah satu upaya penanganan Covid-19. Namun tentu saja penanganan Covdi-19 ini tidak bisa diberlakukan seragam antar satu daerah dengan daerah lainnya.
Provinsi Papua, menjadi satu provinsi yang rentan mengingat provinsi ini masuk ke dalam 10 provinsi terbanyak jumlah kasus positif Corona, dengan jumlah kasus positif mencapai 383 kasus, 6 orang meninggal dan 48 orang sembuh berdasarkan data pada 18 Mei 2020. Angka ini dikhawatirkan akan terus meningkat mengingat terbatasnya fasilitas kesehatan maupun alat pelindung diri di provinsi tersebut, apalagi di wilayah-wilayah perkebunan sawit di Papua.
Berdasarkan kondisi tersebut, kelompok masyarakat sipil dan serikat buruh akan menggelar diskusi untuk menghimpun catatan-catatan kritis terkait perlindungan buruh perkebunan sawit, secara khusus dalam masa pandemi COVID-19 ini.
Berikut ini adalah catatan diskusi yang telah berjalan. Rekaman diskusi juga dapat disimak pada tautan berikut ini (klik)

Kondisi Buruh Kebun Sawit di Indonesia dan Malaysia di tengah Pandemi Covid-19



Catatan Diskusi Peringatan Hari Buruh Internasional 2020
1 Mei 2020

Moderator: Rambo
Pembicara:

1.      Inda Fatinaware (Sawit Watch)
2.      Herwin Nasution (SERBUNDO palm oil worker union)
3.      Anies Hidayah (Migrant Care)
4.      Abu Mufakhir (Asia Monitor Resource Centre/Transnational Palm Oil Labour Solidarity)

5.      Zidane (Sawit Watch)

Palm oil workers during covid-19 pandemic in Indonesia and Malaysia

Notes

Online discussion to celebrate Labour Day 2020

“Workers in palm oil plantations during covid-19 pandemic”


 May 2020



Moderator: Rambo
Speakers: 
1.     Inda Fatinaware (Sawit Watch)
2.     Herwin Nasution (SERBUNDO palm oil worker union)
3.     Anies Hidayah (Migrant Care)
4.     Abu Mufakhir (Asia Monitor Resource Centre/Transnational Palm Oil Labour Solidarity)
5.     Zidane (Sawit Watch)

Diskusi online tentang kondisi buruh sawit di bawah ancaman Omnibus Law dan Dampak Covid-19


Kondisi Buruh Kebun Sawit : 

Di Bawah Ancaman Omnibus Law & Dampak COVID-19



Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional pada 1 Mei 2020, Sawit Watch mempersembahkan sebuah diskusi online dengan Tema : Kondisi Buruh Kebun Sawit : Di Bawah Ancaman Omnibus Law dan Dampak COVID-19. 

Narasumber: 

1) Herwin Nasution (SERBUNDO)
2) Abu Mufakhir (AMRC/TPOLS)
3) Anis Hidayah (Migrant Care)
4) Zidane (Sawit Watch) 

Keynote Speech oleh Direktur Eksekutif Sawit Watch, Inda Fatinaware.

Diskusi akan dilangsungkan melalui aplikasi ZOOM pada Jumat, 1 Mei 2020 pukul 14.00 – 16.00 WIB.

Silahkan daftarkan diri anda pada link berikut:
https://tinyurl.com/Tandan1

RSVP : 082154574142

Stop intimidation towards union leader and reinstate the retrenched workers at PT SARANA PRIMA MULTI NIAGA!


SPMN plantation workers protesting against the new wage calculation system and alleged union busting. Photo credit: SEPASI
The government of Indonesia has officially issued a ‘large-scale social restriction’, as a measure to prevent the spread of Covid-19. Such measure includes restriction on public activity and work activity at the workplace.
However, the instruction by the central government has not been implemented by many enterprises. It has been reported that a lot of companies are not following the instruction; they continue asking workers to go to work despite the risk of virus infection. In such situation, workers are facing much more difficulties as there the large-scale of social restriction policy has been applied.
Such difficulties are experienced by workers at PT. Sarana Prima Multi Niaga (SPMN), an oil palm plantation company, a supplier of Wilmar International located in Kotawaringin Timur in Central Kalimantan Province. The workers are currently protesting the changes of wage calculation system imposed by the company management. This protest was followed by the retrenchment of workers’ union (SEPASI) leader and several union members who are actively organising this protest.
With the applied social restriction policy, the workers and union cannot launch a protest action to raise public awareness about the labour rights violation done by the company. Worst still, the union cannot report the violation to the Labour Office, as the officers are having ‘work from home’ and they have not been responsive. The company is allegedly using the Covid-19 situation as a mean to impose a new lower wage payment system without a consultation with the workers.